Praktek pengoplosan gas elpiji ini diduga sudah berlangsung lebih dari satu tahun. Karena sebelumnya juga pernah terjadi. Namun dia mengaku tidak tahu persis awal adanya aktivitas kecurangan tersebut. Hanya saja warga sekitar sering mencium bau aroma gas elpiji yang sangat menyengat.
Dwi mengaku tidak mengetahui pemilik pangkalan gas elpiji tersebut. Dia juga tidak tahu kemana tabung gas hasil oplosan itu diedarkan ke masyarakat.
“Bahkan di lokasi tempat pengisian gas LPG itu tidak terpasang/tertera plang selayaknya agen resmi,” ungkapnya.
Kini seluruh barang bukti gas LPG berbagai ukuran itu sudah diamankan petugas kepolisian. Bahkan lima pegawai juga sudah diamankan oleh kepolisian.
“Empat diamankan, lalu yang satu pelaku lainnya mengumpat/bersembunyi di plafon juga turut diamankan polisi,” pungkasnya. (Joesvicar Iqbal)
