Menurut Ruben, penggunaan drone dan sensor canggih memungkinkan petugas melakukan investigasi tanpa harus bersentuhan langsung dengan lokasi kejadian yang berisiko tinggi. Dengan drone, data visual dan teknis dapat dikumpulkan dari berbagai sudut, bahkan di area yang sulit diakses secara manual.
Data yang diperoleh kemudian diolah melalui perangkat lunak analitik khusus, yang mampu merekonstruksi kejadian secara detail—mulai dari posisi kendaraan, kondisi jalan, hingga faktor-faktor yang menjadi penyebab kecelakaan. “Teknologi ini sangat membantu, terutama dalam hal efisiensi waktu dan keselamatan petugas. Yang tidak kalah penting, data yang dihasilkan lebih lengkap, sehingga kualitas analisis juga jauh lebih baik,” jelasnya.
Langkah ini sekaligus menjadi upaya konkret Korlantas dalam mendorong modernisasi penegakan hukum di jalan raya serta mencegah terulangnya kecelakaan serupa di masa depan. Dengan mengedepankan teknologi, Polri berharap pelayanan kepada masyarakat semakin responsif, presisi, dan profesional. (ahmad)
