Dokter spesialis anak dr. Yuni Astria, Sp.A., mengatakan bahwa kondisi kekurangan tidur dapat mempengaruhi kesehatan dan perilaku anak. Anak yang kurang tidur biasanya mengalami penurunan semangat, kesulitan untuk fokus saat belajar, dan kecenderungan untuk rewel. Selain itu, kekurangan tidur dapat melemahkan daya tahan tubuh anak dan membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi seperti flu, batuk, dan masalah pencernaan.
Yuni menyarankan orang tua untuk memperhatikan lingkungan tidur anak, khususnya tempat tidur dan ruangan yang bebas dari genangan air karena dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Gigitan nyamuk akan menyebabkan rasa tak nyaman dan mengganggu pola tidur anak.
“Tidur yang berkualitas merupakan salah satu fondasi utama dalam mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan kestabilan emosi anak. Sayangnya, gangguan dari nyamuk seringkali menjadi pemicu anak sulit tidur nyenyak di malam hari. Sebagai dokter spesialis anak, saya menyarankan orang tua untuk menciptakan ruangan tidur yang nyaman dan bebas gangguan. Salah satu langkah sederhana, namun efektif adalah dengan menggunakan pengusir nyamuk yang nyaman tanpa asap ketika diperlukan agar anak mendapat tidur yang optimal,” ujar Yuni.
