Menanggapi video viral tersebut, Bupati Merangin Jambi M Syukur menilai permintaan maaf oleh guru SD sebagai hal yang wajar.
Menurut dia, para guru tersebut berkemungkinan sudah menyadari adanya perbedaan antara realita dengan pemberitaan yang berkembang atas unggahan mereka.
Syukur bahkan menyimpulkan permintaan maaf guru-guru tersebut adalah bentuk rasa bersalah, lantaran jembatan tersebut memang dalam masa perbaikan saat mereka melintasinya.
“Minta maaf karena mereka mungkin merasa kejadian di lapangan dengan pemberitaan itu beda, mungkin mereka merasa nggak enak,” jelas Syukur, Kamis (22/5/2025).
Syukur menyebut bahwa saat itu jembatan yang dilintasi para guru tersebut memang dalam perbaikan namun mereka nekat melintasi. Hal itulah yang seakan-akan memperlihatkan bahwa perjuangan guru demi ke sekolah, hingga akhirnya menjadi viral.
“Lantai jembatan itu dibuka karena lagi direnovasi, tapi ibu-ibu (guru) nekat lewat situ, sehingga adalah pemberitaan seolah-olah (menyudutkan pemerintah), begitu,” tuturnya.(Vinolla)
