Sebagai langkah strategis, kecamatan akan mengoptimalkan sumber daya yang ada serta berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan provinsi.
“Kami berharap ada kebijakan tambahan dari pemerintah daerah yang bisa membantu kami dalam menghadapi keterbatasan anggaran ini,” tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh perangkat desa dan masyarakat untuk berperan aktif dalam menyukseskan program yang masih dapat dijalankan.
“Dalam kondisi seperti ini, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting. Kami harap semua pihak dapat memahami situasi yang ada,” katanya.
Tego menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya mencari solusi agar pelayanan publik tetap berjalan optimal meskipun dalam keterbatasan anggaran.
“Kami tidak ingin keterbatasan dana menghambat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, kami terus mencari inovasi dan alternatif pembiayaan agar program-program tetap bisa direalisasikan,” pungkasnya.
