“PPIH kita harus betul-betul mendorong Kementerian Haji Saudi agar Syarikah ini tidak kaku dalam pembagian wilayah layanan. Kalau ada yang terpisah, mereka bisa saling menggantikan pembiayaan, yang penting pelayanan jemaah tidak terganggu. Kita ini user, kalau pelayanannya buruk, tahun depan kita tidak akan pakai mereka lagi,” tegas Cucun.
Dalam kunjungannya ke Madinah, Timwas juga melakukan pengecekan langsung terhadap akomodasi jemaah. Ia menyoroti adanya ketidaksesuaian antara kontrak dan kenyataan di lapangan, seperti jarak penginapan yang melebihi radius maksimal dari Masjid Nabawi.
“Misalnya di kontrak disebutkan maksimal 650 meter, tapi kenyataannya bisa sampai 1 kilometer lebih. Ini harus jadi perhatian serius,” katanya.
Ia menambahkan, dengan evaluasi ini, Timwas mendorong agar penataan ulang kerja sama dengan Syarikah segera dilakukan sebelum gelombang kedua (Timwas Haji) jemaah tiba. Tujuannya adalah mempermudah koordinasi PPIH dan menghindari permasalahan serupa.
“Kita minta semua pihak, terutama Dirjen Haji, melakukan pendekatan serius. Masalah ini tidak bisa dibiarkan karena menyangkut kenyamanan dan kelancaran ibadah jemaah,” pungkasnya.
