Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan turut mengapresiasi kegiatan ini
sebagai upaya keberlanjutan dalam menjadikan Pulau Pramuka sebagai “Digital Island” dan
percontohan bagi kepulauan lainnya di Kabupaten Pulau Seribu.
Menurutnya wilayah Kepulauan
Seribu memiliki potensi yang besar untuk menjadi wisata Bahari kelas dunia dan karenanya
membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk industri perbankan.
Direktur Utama Bank DKI, Agus H Widodo menyampaikan penerapan literasi dan inklusi keuangan
melalui layanan perbankan digital merupakan kunci dalam menjawab berbagai kebutuhan
transaksi perbankan, khususnya di wilayah kepulauan.
Untuk itu, Bank DKI terus menghadirkan
layanan yang menjangkau masyarakat di Kepulauan Seribu. Hal ini diwujudkan dengan keagenan
JakOne Abank yang memanfaatkan mesin EDC sebagai perwujudan program Laku Pandai, hingga pembayaran berbasis QRIS yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana transaksi pembayaran di
Pulau Pramuka.
Hingga saat ini Agus menyebutkan telah terdapat sebanyak 92 merchant yang dibekali oleh mesin
EDC untuk kemudahan transaksi masyarakat, dengan nominal transaksi mencapai Rp6,55 miliar
pada periode April 2025, atau meningkat 44,48% secara YoY. Dari sisi infrastruktur fisik layanan
keuangan, selain Kantor Cabang Pembantu Pulau Pramuka, Bank DKI juga menyediakan sebanyak
12 mesin ATM dan 1 mesin CRM di wilayah Kepulauan Seribu, yang tersebar di beberapa pulau,
yaitu Pulau Pramuka, Pulau Tidung, Pulau Harapan, Pulau Kelapa, Pulau Pari, Pulau Untung Jawa,
Pulau Panggang, dan 1 mesin CRM di Pulau Sabira.
