Akumulasi wholesales Januari-April 2025 terekam turun 2,9 persen dari periode serupa tahun lalu, dari 264.014 unit menjadi 256.368 unit. Sementara total retail Januari-April 2025 dibanding periode yang sama tahun lalu surut 7,7 persen.
Penurunan pasar bahkan terjadi lebih dalam pada April 2025 ketimbang Februari, dari wholesales 70.895 unit menjadi 51.205 unit atau surut hampir 30 persen.
Penjualan retail atau dari dealer ke konsumen juga surut 25,5 persen. Sepanjang Maret 2025, total 76.582 unit mobil terjual, tapi April hanya membukukan 57.031 unit.
Berdasarkan data tersebut, penjualan selama April 2025 mencapai titik terendah sepanjang tahun ini.
Maka dari itu menurut Kukuh, Gaikindo yang membawahi puluhan pabrikan kendaraan roda empat dan lebih ingin pemerintah mau memberi insentif pajak mobil karena dinilai ampuh mengerek penjualan mobil dalam jangka pendek.
Kata Kukuh bukti positif pemberian insentif sudah dibuktikan pada 2021 saat pandemi Covid-19. Kala itu pemangku kepentingan memberi insentif terhadap sejumlah mobil buatan dalam negeri melalui skema Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ditanggung pemerintah.
