Selain pemasangan barcode, pemerintah kecamatan juga merencanakan pengembangan fasilitas pendukung seperti jalur pejalan kaki dan pusat informasi wisata. Dachri menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur agar wisatawan merasa nyaman saat berkunjung.
“Kami tidak ingin sekadar menjual potensi wisata tanpa persiapan matang. Setiap tahun harus ada peningkatan fasilitas, baik dari sisi aksesibilitas maupun sarana pendukung lainnya,” kata Dachri.
Ia juga berharap masyarakat dapat turut berpartisipasi dalam menjaga dan mengembangkan potensi wisata sejarah di Sangasanga.
“Kalau dikelola dengan baik, wisata sejarah ini bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi warga sekitar,” pungkasnya.
