“Maafin bpk ya. Bpk udah peluk. Barangkali …. marah sama bpk,” tulis oknum guru itu dalam chat yang dikirimkan kepada korban.
Dalam chat itu, oknum guru itupun meminta agar siswinya tersebut tidak menceritakan dugaan perbuatannya kepada orang lain.
“Jngn cerita-cerita ke yang lain ya? hapusin chat nya ya,” tulis oknum guru itu lagi.
Pada potongan layar lainnya, oknum guru tersebut mengajak siswinya itu untuk mampir.
“Kesini dulu yah. mampir,” tambah oknum guru.
Oknum guru itupun melanjutkan chat-nya yang diduga mengarah pada tindakan asusila.
“Boleh pegang ga?” tulis oknum guru.
Setelah mendapat balasan sang siswi bingung dengan kalimat yang dilontarkan oknum ATM.
“Maksud bapa pegang apa?” jawab siswi tersebut.
Oknum guru tersebut langsung membalas dengan kalimat membingungkan namun menuju kalimat pelecehan.
“Apa aja,” jawab oknum guru itu.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, Kadini angkat bicara menanggapi adanya hal tersebut. Kadini menyatakan telah menemui pihak korban.
