Selain mendorong swasembada pangan tingkat lokal, program ini juga dinilai strategis dalam mengantisipasi gejolak harga cabai yang kerap melonjak drastis di pasaran. Dengan menanam sendiri, warga memiliki alternatif mandiri yang lebih stabil.
“Kalau warga bisa memenuhi kebutuhan cabai sendiri, bahkan menjualnya ketika harga naik, tentu ini akan sangat menguntungkan bagi mereka,” tambahnya.
Hery menyatakan bahwa pihak kecamatan akan terus memberikan pendampingan teknis dan motivasi kepada warga agar pertanian pekarangan dapat berlanjut dan berkembang ke komoditas lain yang bernilai ekonomis.
“Kami akan terus bekerja sama dengan dinas terkait agar program ini bisa semakin berkembang. Semakin banyak warga yang terlibat, semakin besar manfaat yang bisa dirasakan,” tutupnya.
Pemerintah Kecamatan Loa Janan juga membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan pihak desa untuk memperluas cakupan wilayah penerima manfaat.
Dengan meningkatnya partisipasi masyarakat, program ini diharapkan menjadi pilar penguatan ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan ekonomi rumah tangga secara berkelanjutan. (adv)

