“Mereka adalah garda terdepan yang memastikan setiap jemaah mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Banyak jemaah Lansia dan risiko tinggi (Risti) yang bisa menjalankan ibadah dengan tenang karena adanya dukungan pelayanan kesehatan yang prima,” tambahnya.
Selama periode puncak haji, tantangan cuaca ekstrem dengan suhu tinggi dan kepadatan jemaah menjadi perhatian utama. Namun, berkat kesiapsiagaan petugas kesehatan dan optimalisasi layanan di pos kesehatan Armuzna, berbagai upaya mitigasi telah dilakukan.
“Kami melihat bagaimana petugas kesehatan tanpa lelah menangani pasien jemaah di pos kesehatan, memberikan edukasi dan pendampingan, serta berkoordinasi dengan Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK). Ini adalah dedikasi yang patut diacungi jempol,” kata Yuli.
Apresiasi juga diberikan kepada seluruh TKHK dan PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan, baik itu tim dokter, perawat, apoteker, tenaga gizi, kesehatan lingkungan, maupun seluruh tenaga pendukung yang telah meninggalkan keluarga di tanah air demi melayani jemaah haji.
