“Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Pengorbanan dan keikhlasan mereka sangat berarti bagi kelancaran ibadah jutaan jemaah,” tutupnya.
Selain itu, kolaborasi yang baik antara Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian Kesehatan Arab Saudi dalam menanggulangi jemaah Risti dan menekan angka kematian jemaah juga menjadi kunci terkendalinya situasi puncak haji.
Hal ini ditunjukkan dengan total data jemaah wafat hingga 8 Juni 2025 (cut-off pukul 16.00 WAS), yang tercatat sebanyak 183 orang. Angka ini menurun dibandingkan tahun lalu pada tanggal yang sama, yaitu sebanyak 206 orang jemaah yang meninggal dunia.
Dengan terkendalinya situasi puncak ibadah haji, diharapkan seluruh jemaah haji Indonesia dapat menyelesaikan rangkaian ibadah dengan sempurna dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat walafiat.(ahmad)
