Nadya Baharuddin, atlet karate peraih medali perak nomor kata beregu putri, mengungkapkan rasa kecewanya usai kegiatan penyerahan bonus tersebut. Ia mengaku kaget karena nilai yang diterima tidak sesuai janji yang pernah disampaikan dalam rapat di DPRD.
Menurut Nadya, dalam rapat yang digelar Senin (24/6/2025) lalu, para atlet dijanjikan bonus setara dengan PON Papua, yaitu Rp200 juta untuk emas, Rp150 juta untuk perak, dan Rp100 juta untuk perunggu. Ia menyangka jumlah yang diterima saat ini hanya sebagian, dan sisanya akan diberikan kemudian.
Namun, dalam kegiatan penyerahan itu, Nadya mengatakan bahwa pihak panitia menyampaikan jumlah yang diberikan merupakan angka final. Hal tersebut mengejutkan para atlet karena tidak sesuai dengan ekspektasi yang dibangun dalam rapat bersama DPRD.
“Kami sudah berharap jumlah bonusnya seperti yang dijanjikan saat rapat di DPRD, tapi ternyata jauh berbeda. Kami sangat kecewa,” ujar Nadya Baharuddin.
Para atlet berharap pemerintah dapat memberikan kepastian serta komitmen yang lebih jelas ke depannya agar tidak menimbulkan kekecewaan dan demotivasi bagi atlet yang telah berjuang mengharumkan nama daerah.
