Bentrokan akhirnya mereda sekitar pukul 12.20 WIT, namun kedua kelompok pendukung masih berjaga di basis masing-masing.
Korban luka dalam insiden ini adalah Vicky Murib (20), warga Kampung Karubate dari kubu Paslon 01. Ia mengalami luka tembak panah di kaki kanan.
Sementara korban meninggal adalah Gum Enumbi (40), warga Kampung Wuyukwi dari kubu Paslon 02.
Hingga sore hari, aparat masih melakukan patroli dan penjagaan di sekitar Kota Mulia, ibu kota Kabupaten Puncak Jaya.
Pihak keamanan menilai bahwa aksi saling serang ini melanggar perjanjian damai yang sebelumnya telah disepakati melalui upacara adat “Belah Kayu Doli” pada 12 Mei 2025. Dugaan adanya aktor intelektual yang memprovokasi bentrokan juga mencuat.
Saat ini, massa pendukung kedua Paslon masih saling berjaga-jaga. Ada kekhawatiran akan adanya serangan balasan. Dalam adat masyarakat pegunungan, kematian seringkali harus dibalas dengan kematian.
Pascakeputusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas sengketa Pilkada, ketegangan antarpendukung memang meningkat. Aparat keamanan mengantisipasi kemungkinan bentrokan susulan yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan pemerintahan daerah. (far)
