Dari Universitas Tadulako, tim mahasiswa menghadirkan inovasi berupa susu analog tinggi protein yang terbuat dari ikan penja dan daun kelor bernama InnoMilk. Produk ini telah melalui pengujian laboratorium yang menunjukkan kemampuannya memenuhi kebutuhan gizi anak stunting, dengan ketahanan produk hingga satu bulan setelah proses produksi. InnoMilk juga memanfaatkan platform digital untuk monitoring distribusi dan edukasi masyarakat tentang pentingnya konsumsi gizi seimbang.
Tak kalah inovatif, tim dari Universitas Pakuan mengembangkan aplikasi PANDA (Panic Notification Device Andalan), sebuah sistem yang memungkinkan ibu hamil dan bayi mendapatkan akses cepat terhadap layanan kesehatan dalam kondisi darurat. Cukup dengan membuka aplikasi dan menekan tombol darurat tiga kali, sinyal bantuan langsung dikirimkan ke instansi kesehatan terdekat. Selain itu, aplikasi ini juga menawarkan berbagai fitur edukasi kesehatan serta sistem komunikasi darurat melalui aplikasi WhatsApp.
Sementara itu, dari Politeknik Negeri Medan, hadir SNINCER (Stunting Care), sebuah platform digital yang menggabungkan edukasi, konsultasi kesehatan online, hingga sistem reward untuk menggerakkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga. Lewat pendekatan berbasis komunitas ini, SNINCER berupaya mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan.

