Sementara, koordinasi di sisi hilir telah dipercayakan kepada BNPB, yang bertanggung jawab dalam hal penanggulangan bencana dan pengurangan risikonya.
“Apabila terdapat sebuah gejala alam berpotensi jadi bencana, maka data dan informasi serta hasil analisa itu akan kita sampaikan kepada BNPB, seluruh daerah hingga negara-negara di ASEAN. BNPB akan bergerak untuk mengambil langkah untuk penanggulangan bencana termasuk pengurangan risikonya,” ujar Dwikorita.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BNPB Suharyanto memberikan apresiasi atas peresmian Gedung Operasional Ina-TEWS yang telah dijadikan sebagai salah satu pencapaian utama dalam komponen kedua proyek ini.
Menurut Kepala BNPB, konteks pembangunan yang berbasis mitigasi bencana, keberadaan back up facilities untuk infrastruktur utama sistem peringatan dini dan penanggulangan bencana memang diwajibkan, agar penyampaian layanan informasi kepada masyarakat tetap dapat dijalankan, bahkan saat bencana sedang berlangsung.
Tentunya ini semua perlu disiapkan sedini mungkin untuk kehidupan yang akan datang, sehingga penanggulangan bencana di tanah air semakin lebih baik lagi.
