Apalagi, sambung Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta itu belum fair jika menilai sepenuhnya kinerja dalam 100 hari. Sebab ada sejumlah capaian awal mendapat apresiasi.
“Kami apresiasi langkah seperti penyelesaian masalah Kampung Susun Bayam (KSB), program Wajib Transportasi Publik bagi ASN di hari Rabu, pelantikan pejabat definitif yang sebelumnya hanya PLT, serta keberhasilan menjaga suasana kondusif di Jakarta,” katanya.
Mujiyono mengatakan, belum semua program berjalan optimal, tapi setidaknya ada tiga kebijakan yang dirasakan dampaknya oleh warga.
“Penyelesaian Masalah Kampung Bayam meski belum tuntas, Pram-Doel telah menunjukkan komitmen mengembalikan warga ke Kampung Susun Bayam di kawasan Jakarta International Stadium (JIS),” jelasnya.
“Kemudahan Akses Wisata dan Administrasi KJP/KJMU. Selain itu, pengurusan KJP dan KJMU bisa dilakukan di kantor kecamatan, tanpa perlu ke kantor pusat di Rawabunga. Satu lagi yang soal transportasi gratis untuk 15 Golongan,” Imbuhnya.
Sedangkan berbicara terkait pembatalan program sarapan gratis yang sempat menjadi prioritas 100 hari, Mujiyono menyebut hal itu sebagai bentuk sinkronisasi dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat.
