“Pemprov DKI memilih mendukung program nasional agar tidak tumpang tindih. Anggarannya dialihkan ke dua hal: perbaikan kantin sekolah dan perluasan cakupan penerima KJP,” jelasnya.
Sebagai solusi jangka panjang, Mujiyono menekankan pentingnya arah pembangunan yang terfokus untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global.
“Kerja 100 hari bukan ukuran utama keberhasilan kepala daerah. Yang penting adalah konsistensi memperbaiki Jakarta. Kami beri kesempatan Pram-Doel untuk menunjukkan kinerja lebih baik ke depan,” tutup Mujiyono. (sofian)
