Pemerintah desa bahkan telah mengalokasikan dana hingga Rp100 juta untuk menunjang kebutuhan operasional BUMDes, dari pengadaan bahan baku hingga produksi.
“Kami ingin BUMDes ini menjadi salah satu motor ekonomi desa yang berkelanjutan,” ujarnya.
Kedepannya, Pemdes menargetkan peningkatan kontribusi usaha ini terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes), menjadikannya salah satu penggerak ekonomi berbasis potensi desa yang konkret. (Adv)
