Kejadian ini menjadi sorotan setelah Trump dan Musk terlibat dalam pertikaian terbuka yang luar biasa, menandai berakhirnya hubungan dekat mereka yang pernah mesra.
Pecahnya hubungan antara keduanya terjadi hanya beberapa bulan setelah Musk dianggap sebagai salah satu penyumbang terbesar kampanye Trump dalam Pilpres 2024. Musk bahkan dipercaya untuk memimpin lembaga pemangkasan anggaran baru, Department of Government Efficiency (DOGE), yang dibentuk oleh pemerintahan Trump.
Namun, setelah mundur dari jabatannya sebagai kepala DOGE pekan lalu, Musk mulai menyerang kebijakan fiskal Trump, termasuk rancangan undang-undang pemotongan pajak dan belanja negara yang menjadi agenda utama Gedung Putih.
Musk mengecam paket kebijakan tersebut sebagai “kekejian yang menjijikkan” dan memperkirakan bahwa hal itu akan meningkatkan utang negara menjadi lebih dari US$36 triliun. Kritik ini memicu reaksi keras dari kubu Trump.
Kekecewaan Trump memuncak. “Kami dulu punya hubungan yang hebat. Tapi saya tak tahu apakah itu akan bertahan,” ucapnya kepada wartawan, Kamis (5/6).
