Tak lama setelah itu, perang sindiran pecah di media sosial: Trump di Truth Social, Musk di X.
Musk mengklaim bahwa kemenangan Trump di Pilpres tak akan terjadi tanpa dirinya, dan mengungkit sumbangan politiknya yang hampir mencapai US$300 juta. Ia juga memperingatkan bahwa kebijakan tarif impor Trump akan mendorong ekonomi AS ke jurang resesi.
Serangan dari Trump berujung pada ancaman pemutusan kontrak pemerintah dengan perusahaan-perusahaan Musk—termasuk SpaceX dan Starlink—yang selama ini menjadi mitra utama dalam berbagai proyek vital, termasuk pengiriman astronaut ke Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Musk sempat membalas ancaman itu dengan menyatakan akan menonaktifkan wahana luar angkasa Dragon milik SpaceX. Namun, ia kemudian menarik kembali pernyataan tersebut.
Di tengah ketegangan ini, saham Tesla mengalami guncangan besar. Pada sesi perdagangan Kamis lalu, nilainya anjlok 14%, menghapus kapitalisasi pasar hingga US$150 miliar dalam sehari—kerugian harian terbesar dalam sejarah Tesla. Meskipun sahamnya sempat rebound pada Jumat (6/6), kekhawatiran investor masih membayangi.
