Menurutnya, Iran bisa saja mengerahkan pasukan darat bila AS terus menargetkan Teheran dan fasilitas penting lainnya.
Ia menilai serangan AS justru membuat rakyat Iran makin bersatu mendukung pemerintah. Bahkan, warga yang sebelumnya kontra pemerintah disebut ikut merapat ke barisan pendukung.
“Rakyat (Iran) berkonsolidasi di sekitar kepemimpinan spiritual dan bahkan orang-orang yang sebelumnya tidak bersimpati (akan mendukung pemerintah),” ucap Medvedev.
Medvedev juga melontarkan kritik kepada Presiden AS Donald Trump, yang menurutnya bertindak kontradiktif dengan citra yang dibawanya saat kampanye sebagai “pembawa perdamaian”.
Ia pun menyebut bahwa mayoritas warga AS dan Israel menolak langkah agresif tersebut. (far)
