Pasalnya rokok ilegal yang ditemukan dan disita petugas patutnya dimusnahkan, bukan justru tetap dibiarkan beredar ke masyarakat dan mengakibatkan hilangnya pendapatan negara.
“Harusnya pendapatan masuk negara malah masuk ke kantong oknum tadi. Soal oknumnya siapa sudah kami sebutkan di laporan ke Pak Dirjen, nanti biar Pak Dirjen dan jajarannya yang mengusut,” tegasnya.
Fauka menambahkan, sebagai rekan sekaligus junior Djaka semasa di Tim Mawar Kopassus, dia optimis kasus peredaran ribuan rokok ilegal melalui Pelabuhan Tanjung Perak dapat terungkap.
Terlebih saat Presiden RI, Prabowo Subianto menunjuk Djaka sebagai Direktur Jenderal Bea Cukai, Djaka diberi tugas meningkatkan pendapatan negara di sektor Bea dan Cukai.
Timsus 08 akan terus melakukan pengawasan membantu meningkatkan pendapatan negara, khususnya di sektor ekspor-impor dan rokok ilegal sebagaimana instruksi Pak Presiden Prabowo.
“Kenapa kami melaporkan ini? Karena instruksi Pak Prabowo jelas bahwa Bea Cukai harus dapat meningkatkan pendapatan negara. Ya kita cuma membantu saja,” pungkasnya. (Joesvicar Iqbal)
