Lebih lanjut, Bima mendorong Great Institute untuk turut mengkaji berbagai isu strategis lainnya, seperti revisi Undang-Undang Pemilu dan Partai Politik. Ia menyebutkan bahwa pembenahan sistem politik menjadi kunci dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Nonsens kita bicara tentang 2045, tanpa menata ulang partai politik yang akan diwarisi oleh generasi pemimpin mendatang,” tegasnya.
Bima pun menyatakan keyakinannya terhadap Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan, dalam memperkuat lembaga tersebut sebagai mitra strategis pemerintah. “Saya percaya Pak Syahganda akan memperkuat barisan ini. Welcome to the club, Great Institute,” tuturnya.
Acara peluncuran lembaga ini turut dihadiri sejumlah tokoh, seperti Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Bupati Lahat Bursah Zarnubi, dan Wakil Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Rocky Gerung, serta jajaran pemangku kepentingan lainnya.
Great Institute diharapkan tidak hanya menjadi pusat kajian dan produksi pengetahuan, tetapi juga turut serta menyebarluaskan narasi kebijakan Presiden Prabowo secara konstruktif dan berbasis data demi mewujudkan Indonesia Emas.(*)
