Selain itu, pemerintah juga menerapkan diskon tarif tol 20 persen. Sri Mulyani mengatakan pemerintah meminta kerja sama pengelola tol swasta untuk memberikan diskon ini. Pemerintah menaksir biaya untuk menyediakan diskon ini mencapai RpRp650 miliar.
“Dalam hal ini untuk bulan Juni dan Juli diperkirakan jumlah pengguna jalan tol mencapai 110 juta pengendara. Untuk ini akan dilakukan melalui operasi non-PPN karena dalam hal ini untuk Kementerian PU sudah melakukan atau memberikan surat edaran kepada badan usaha jalan tol (BUJT) mengenai kebijakan diskon tarif tol tersebut,” ucapnya.
Selain diskon transportasi ini, Prabowo juga membuat paket stimulus ekonomi dengan total anggaran Rp24,44 triliun. Paket kebijakan ini dibuat demi mendongkrak perekonomian Indonesia di kuartal II 2025 mendekati 5 persen. (bam)
