Inisiatif ini juga mendapat dukungan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed., yang mengatakan, “Saya melihat lompatan signifikan Huawei sebagai perusahaan teknologi yang kini mulai bergerak menuju ekonomi syariah digital. Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Huawei atas komitmennya yang teguh dalam mendukung digitalisasi pendidikan di Indonesia.”
Pada kesempatan yang sama, Wijaya Kusumawardhana, Staf Ahli Bidang Sosial Ekonomi dan Budaya Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan talenta digital untuk mendukung digitalisasi industri halal yang inklusif dan pengembangan ekosistem digital Syariah. “Huawei perlu terus memperkuat kolaborasi sebagai perusahaan teknologi dan dengan pemerintah melalui literasi digital dan adopsi teknologi seperti AI generatif dan IoT, serta menciptakan konektivitas yang lebih besar bagi para pelaku ekonomi syariah,” katanya.
Sementara itu, Kian Chen, Vice President Huawei Indonesia, mengatakan, di Huawei, pihaknya memanfaatkan teknologi tidak hanya untuk berinovasi tetapi juga untuk mendorong inklusi digital, menyatukan masyarakat, dan memberdayakan pertumbuhan berkelanjutan.
