IPOL.ID -Pemerintah serius ingin menggunakan tenaga nuklir sebagai sumber energi bersih di Tanah Air.
Energi nuklir dinilai memainkan peran strategis dalam penyediaan listrik bersih dan andal secara global. Salah satu jenis reaktor yang banyak digunakan adalah Light Water Reactor (LWR) karena teknologi dan fitur keselamatannya yang telah teruji.
Namun, peningkatan keselamatan tetap menjadi fokus utama, terutama untuk menghadapi situasi tak terduga seperti pemadaman listrik total (station blackout).
Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Universitas Indonesia (UI) berhasil mengembangkan desain sistem Passive Residual Heat Removal (PRHR) inovatif berbasis teknologi termosifon dua fase. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi pembuangan panas sisa secara pasif pada reaktor LWR berdaya 300 MW termal.
“Tujuan utama dari riset ini adalah mengkaji kinerja termosifon dua fase dalam lingkungan uap PRHR, serta menilai efektivitasnya dalam mengekstraksi panas langsung dari pembangkit uap. Sehingga hal tersebut dapat mengurangi ukuran peralatan penukar panas yang dibutuhkan,” jelas Anhar Riza Antariksawan, Peneliti Utama BRIN yang juga dosen di Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) Yogyakarta, Senin (23/6/2025).
