Ferizy sebagai platform digital yang diperkenalkan secara masif sejak 2020 kini telah menjelma menjadi lebih dari sekadar kanal pemesanan tiket online. Ferizy merupakan tulang punggung sistem manajemen penumpang ASDP, khususnya di lintasan padat seperti Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, dan Padangbai–Lembar.
Di lintasan utama ini, penggunaan Ferizy telah melampaui 90% dari total transaksi harian. Hal ini terlihat jelas selama periode puncak Angkutan Lebaran 2025, ketika Ferizy mendukung kelancaran pergerakan lebih dari 2 juta penumpang hanya dalam dua minggu.
Melalui sistem ini, setiap pengguna diwajibkan membeli tiket maksimal dua jam sebelum keberangkatan. Data penumpang dan kendaraan yang masuk langsung tercatat dalam sistem manifest, sehingga mendukung keselamatan, mempercepat proses boarding, dan memberikan kepastian hukum terhadap setiap perjalanan. Ferizy juga mencegah terjadinya praktik percaloan serta mengeliminasi potensi penumpukan di area pelabuhan.
Di lintasan Merak–Bakauheni, tercatat total penumpang yang diseberangkan selama periode long weekend mencapai 153.346 orang, sementara jumlah kendaraan mencapai 42.468 unit. Mayoritas kendaraan yang menyeberang didominasi truk logistik sebanyak 18.666 unit, diikuti mobil pribadi sebanyak 16.877 unit. Ini menunjukkan bahwa meskipun berada di tengah periode libur nasional, pergerakan barang antarwilayah tetap berlangsung dinamis.
