“Sampai saat ini belum ada pemberitahuan resmi mengenai siapa mereka dan apa agenda aksi tersebut. Karena itu, sangat disayangkan jika aksi tanpa identitas jelas ini berujung pada kerugian dan kekerasan,” katanya.
Meski demikian, Dito mengaku tetap menghargai semangat demokrasi di kalangan generasi muda. Ia menyebut bahwa aspirasi yang disampaikan melalui demonstrasi adalah bagian dari hak warga negara, namun harus dilakukan secara tertib, damai, dan sesuai aturan hukum.
“Kami di Kemenpora mendukung anak muda yang memiliki semangat untuk menyampaikan aspirasi. Namun, kami juga mengimbau agar semua bentuk penyampaian pendapat dilakukan sesuai aturan. Aksi damai itu penting, tapi keselamatan semua pihak, baik peserta aksi maupun aparat, juga harus jadi perhatian utama,” jelas Dito.
Menanggapi korban dari pihak kepolisian, Menpora Dito menyampaikan keprihatinannya. Ia mengatakan bahwa insiden tersebut tidak seharusnya terjadi, terlebih saat aparat tengah menjalankan tugas untuk menjaga ketertiban umum.
