“Hewan harus dibuat tenang dan rileks. Nabi Muhammad SAW dalam hadis Arbain Nawawiyah menegaskan, ‘Jika kalian menyembelih, perbaguslah cara menyembelihnya, tajamkan pisau, dan buat hewan itu santai’,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pandangan ekstrem yang menganggap penyembelihan hewan sebagai tindakan kejahatan. Menurutnya, Islam telah menetapkan aturan penyembelihan yang meminimalkan rasa sakit, seperti menggunakan pisau tajam dan memastikan hewan tidak stres.
“Cara penyembelihan Islam bahkan diakui dunia sebagai metode paling manusiawi, dengan rasa sakit yang sangat minim,” tambah Nur Fajri.
Kajian ini juga membahas konsep animal rights dan veganisme dari perspektif Islam. Nur Fajri menjelaskan bahwa Islam mendukung kesejahteraan hewan (animal welfare), yang sejalan dengan makna luas animal rights, namun menolak pandangan veganisme yang menganggap semua bentuk pemanfaatan hewan sebagai eksploitasi.
“Islam memperbolehkan memakan daging hewan ternak, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, seperti Surah Al-Maidah dan An-Nahl,” ungkapnya.
