Pengprov Aceh yang merupakan pendukung Dr. Hillary Brigitta Lasut, SH.LLM, juga mengatakan, kubunya memperjuangkan ada sekitar 33 hingga 36 suara yang seharusnya bisa berpartisipasi. Namun hingga saat ini, baru 21 suara yang dinyatakan sah untuk kandidat mereka.
Menurutnya, kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi tidak fair-nya proses pemilihan, dan berisiko mengurangi semangat demokratis dalam Munas.
“Kami harap pimpinan sidang dapat objektif dan menjunjung tinggi asas keadilan organisasi. Jika semua suara dihitung sebagaimana mestinya, maka dukungan terhadap Ibu Hillary sangat signifikan,” tambahnya.
Ketegangan sempat membuat jalannya sidang diskors beberapa kali untuk memberikan ruang mediasi dan klarifikasi antara peserta, tim sukses, dan pimpinan sidang. Meski demikian, para peserta tetap mengikuti jalannya forum dengan penuh semangat dan antusiasme tinggi terhadap masa depan Pertina.
Sementara, Munas tidak berjalan sebagai mana mestinya karena deadlock,dan tidak menghasilkan keputusan apapun. (bam)
