“Untuk Jakarta penertiban kabel semrawut menjadi sangat penting dan urgen karena ini menyangkut wajah kota, keselamatan warga, serta estetika tata ruang. Banyak kabel yang menjuntai membahayakan pejalan kaki, mengganggu lalu lintas, dan mencederai estetika kota,” sesalnya.
Lebih lanjut, politisi yang akrab disapa Bon Jovi itu menilai diperlukan pembahasan di Pansus nantinya, didorong pengaturan terkait sistematika pembayaran dari provider sebab jaringan utilitas dapat menjadi salah satu sumber PAD DKI Jakarta.
“Sebagai anggota Pansus, tentu kami juga melakukan pengawasan ketat terhadap kinerja dinas-dinas terkait beserta provider yang lalai. Banyak kabel yang tidak bertuan, sehingga butuh ketegasan dalam penindakan,” katanya.
Saat ini, dikatakannya lagi pansus juga terus berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga dan BUMD yang mendapat penugasan untuk gerak cepat dalam menyelesaikan permasalahan kabel semrawut di Jakarta.
“Pansus bekerja dengan tenggat waktu dan target yang jelas. Kami optimis dapat menyelesaikan tugas ini tepat waktu, selama ada komitmen kolektif dari seluruh pemangku kepentingan. Penertiban kabel ini bukan sekadar soal penataan tata ruang, tapi juga soal keberpihakan kepada warga Jakarta yang berhak atas ruang kota yang aman dan tertib,” tandasnya.(sofian)
