Sirod mengakui bahwa bahwa golf merupakan olahraga mahal dan sarananya lebih berpusat di Pulau Jawa. Karena itu, melalui OJAO, semua Pengprov PGI bisa berpartisipasi mengirimkan dua atlet putra dan putri secara gratis dalam rangka pembinaan. Dengan demikian, ajang ini bisa menjadi wadah ujicoba bagi atlet baik yang sedang dipersiapkan ke SEA Games 2025 maupun diproyeksikan ke PON 2028 di NTT dan NTB.
Hingga saaat ini, tercatat sudah 92 pegolf amatir putra dan putri dari 17 provinsi yang sudah mendaftar. Terdiri dari 72 pegolf putra dan 20 pegolf putri. Deretan nama-nama pegolf amatir terbaik nasional diantaranya Rayhan Abdul Latief, Asa Najib, Randy Arbenata dan Amadeus Christian Susanto di sektor putra, sementara di sektor putri ada Bianca Naomi Laksono, Gemilau Jaonne Kurnia, Rayi Geulis Zullandari dan Sania Talita Wahyudi.
Dewan Pembina Olympic Golf Club sekaligus Pencetus OJAO, Freddy Gondo Wibowo menjelaskan, kehadiran OJAO edisi kedelapan merupakan bentuk konsistensi dari kepedulian para penggiat golf untuk menghadirkan event berkualitas sebagai pembinaan pegolf di jenjang amatir. Sebab turnamen golf bagi atlet amatir, yang level setelah junior dan sebelum masuk pro, terbilang masih kurang di Indonesia.
