“Kurangnya kompetisi di level amatir ini yang membuat prestasi golf Indonesia bisa dikatakan tertinggal dari Thailand dan Malaysia. Kita ingin terus menghadirkan event ini dan di daerah-daerah lain juga bisa mengadakan,” jelas Freddy.
Ketua Oympic Golf Club, SuwandiyTasmadi menjelaskan bahwa OJAO merupakan ajang pembinaan yang konsisten agar pegolf amatir bisa berprestasi dan naik level. Ia berharap, banyak sponsor yang bisa terlibat untuk memeriahkan dan mensukseskan event tahunan ini.
Olympic JABAR Amateur Open pertama kali digelar pada 2015. Setelah konsisten digelar hingga 2018, event ini sempat terhenti saat pandemi. Baru kemudian digelar kembali pada 2021, 2022 dan 2024, sehingga tahun ini menjadi edisi yang kedelapan. Juara OJAO tahun lalu, Hansel Gabriel Hari dan Kristina Natalia Yoko dari DKI Jakarta, tahun ini tidak bisa tampil lagi karena sudah terjun ke golf profesional. (bam)
