Ketiga, nantinya Direksi BUMN tidak bermain Golf pada saat hari kerja atau jam kerja. Hal ini menurutnya menciderai kepercayaan yang telah diberikan dari masyarakat dan membuat citra BUMN buruk di masyarakat.
“Bukan apa-apa, saya bilang itu memberikan optik yang tidak bagus kepada masyarakat. Kita kan digaji proper, digaji bagus, masa ya kita hari kerja ada di lapangan golf. Menurut saya itu, saya bilang saya tidak bisa mentolerir itu. Bukan buat kepentingan saya, tetapi kita harus menjaga bahwa BUMN ini korporasi,” tegasnya.
Lanjut yang keempat, Dony menyoroti adanya direksi-direksi BUMN yang mempunyai protokol terlalu banyak, termasuk untuk istri direksi BUMN. Menurutnya, hal itu tidak perlu dan pejabat di luar Indonesia yang pernah ia temui tidak menggunakan protokol terlalu banyak.
“Saya bilang saya tidak suka orang punya protokol banyak-banyak itu. Bahkan istri juga ada protokolnya, itu. Saya ketemu juga banyak CEO-CEO di dunia tidak ada punya protokol 10, ya ajudannya 8 gitu. Saya bilang kita apalagi pegawai negara,” ucapnya.
