Lebih jauh, politisi yang akrab disapa Bunda itu mengatakan jika narkoba bisa ditekan peredaranya dengan keikutsertaan pemuda. Dengan begitu, sambung dia dampak yang ditimbulkan ketentraman lingkungan akan tercipta, dan akan mengurangi aksi tawuran dan peredaran miras dalan pergaulan pemuda.
“Pemuda adalah kekuatan, jika pemuda lemah, tidak peduli dengan lingkungan dan teman-teman sesama, jangan berharap Indonesia bisa maju.Jika peredaran narkoba meningkat, mau jadi Jakarta di masa yang akan datang?,” ujarnya setengah bertanya.
Upaya untuk memutus mata rantai narkoba di masyarakat juga menjadi konsen Badan Narkotika Nasional (BNN). Sayangnya, hal itu tidak ditunjang anggaran yang memadai.
Konselor Adiksi BNN Jakarta Utara, Endah Susakti Sutarno dalam paparannya mengeluhkan anggaran yang dimiliki saat ini di BNN Jakarta Utara.
“Untuk Kelurahan Sukapura sebenarnya masalah sudah banyak.Apakah nanti cukup atau tidak anggarannya itu yang menjadi pertanyaan besar. Selama ini untuk rapat dengar pendapat (RDP) wilayah Sukapura belum tahu berapa pos anggarannya. Dengan kolabosari dengan Bu dewan, mudah-mudah-mudahan bisa ada penambahan anggaran,” ujar Konselor Adiksi BNN Jakarta Utara, Endah Susakti Sutarno.
