Namun sebelumnya (Sudin SDA Jaksel) melakukan mitigasi terhadap titik kawasan-kawasan yang rawan genangan dan banjir.
“Kami juga akan normalisasi waduk atau setu, bila perlu kita buat lagi setu tambahan yang ada di hulu seperti di Jagakarsa dan sekitarnya agar air masuk kedalam kota ini tidak mengakibatkan banjir seperti contohnya Kali Krukut di Kemang,” jelas Anwar.
Adanya aspirasi masyarakat yang lebih memilih setpil atau turap daripada sumur resapan air? Wali Kota Anwar menekankan, hal itu nanti akan dilakukan, namun itu pun oleh pemerintah pusat atau dinas terkait yang akan berkoordinasi.
“Kendala kita kadang koordinasi dengan (pemerintah) pusat agak kesulitan, contohnya turap longsor kita perbaiki, mereka juga punya kewajiban, karena kali di bawah mereka, itu masalahnya, jadi bicara konteksnya agak makan waktu, jadi kami gunakan dolken dan bronjong sementara, bagaimana warga kita gak kena dampak lebih besar lagi,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kasudin SDA Jakarta Selatan, Santo mengungkapkan, dalam pengerukan kali hari ini dari segmen TB Simatupang sampai kolong Tol Antasari, dikerahkan pasukan gabungan pelangi sebanyak 700 personel, khusus SDA Jaksel sendiri sekitar 150 personel.
