“Penguatan infrastruktur air dan sanitasi menjadi kunci dalam mendukung ketahanan kota dan kesehatan masyarakat. Penyediaan air baku yang andal dan pengendalian banjir melalui perlindungan pantai serta pengelolaan air permukaan menjadi prioritas utama Ditjen SDA. Untuk itu, koordinasi lintas sektor menjadi sangat krusial, terutama dalam rantai penyediaan air minum, di mana air baku diolah oleh Ditjen Cipta Karya dan didistribusikan oleh PDAM,” ujar Lilik.
Sebelumnya Kementerian PU melalui Ditjen SDA telah melakukan sejumlah pembangunan strategis hingga tahun 2024. Capaian tersebut antara lain 53 bendungan selesai, pembangunan 179 embung, pembangunan irigasi baru seluas 238.410 ha, rehabilitasi jaringan irigasi 1.590.861 ha serta pengendalian banjir dan perlindungan pantai sepanjang 864,17 km.
Sementara untuk strategi 2025–2029, Kementerian PU akan memfokuskan pada intensifikasi irigasi, modernisasi sistem irigasi dan ekstensifikasi lahan produktif baru. Pembangunan infrastruktur SDA juga akan didorong melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 dan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2015.

