“Harapan saya ke depan, program Innovillage dapat semakin meluas dan menjangkau lebih banyak kampus di seluruh Indonesia, agar semangat inovasi sosial menjadi gerakan bersama yang di-lead oleh Telkom bersinergi dengan Telkom University. Selain itu, saya berharap Innovillage semakin memastikan bahwa setiap program yang telah dibiayai benar-benar berjalan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. Tidak hanya berhenti pada tahap awarding akhir tetapi juga melanjutkan dengan pendampingan jangka panjang, monitoring dampak, bahkan industrialisasi,” ungkap CEO Lembaga Sosial LOKADESA sekaligus reviewer pitching pada isu ketahanan pangan Noor Yahya.
Kolaborasi multipihak seperti yang dilakukan melalui Innovillage menjadi cerminan bahwa penguatan ketahanan pangan tidak bisa dilakukan secara parsial. Dengan menyatukan kekuatan antara dunia akademik, industri, masyarakat sipil, dan komunitas desa, Indonesia dapat membangun sistem pangan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Inovasi sosial berbasis teknologi tidak lagi menjadi sekadar proyek akademik, tetapi sebuah langkah konkret menuju transformasi sosial yang berdampak nyata. (Adv/Yudha)
