Meski biaya perjalanan haji tahun ini turun, termasuk dalam komponen konsumsi, Timwas menilai kualitas makanan tetap terjaga. Ansory menjelaskan bahwa biaya per porsi makanan tahun ini turun sekitar Rp4.000 sampai Rp5.000 dibanding tahun lalu.
“Tahun lalu biaya makan per porsi sekitar Rp18.000 sampai Rp19.000, sekarang sekitar Rp15.000. Tapi meskipun turun, kualitas makanannya tidak ikut turun. Ini penting untuk menjawab kekhawatiran jemaah,” ujar Ansory.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi pelayanan katering. Timwas berencana mengecek langsung ke hotel jemaah guna memastikan makanan yang mereka terima sama seperti yang disajikan saat inspeksi.
“Kita ingin pastikan, yang dikirim ke jemaah itu persis sama seperti yang kita cicipi. Kalau berbeda, berarti ada yang tidak beres dan itu harus ditindak,” tegasnya.
Pemerintah Indonesia melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan BPKH telah menyiapkan sejumlah langkah menjaga kualitas konsumsi jemaah. Sebanyak 2,4 juta porsi makanan disiapkan oleh anak usaha BPKH, dan 475 ton bumbu Nusantara juga didatangkan untuk menjamin keaslian rasa masakan Indonesia. Tim monitoring dari BPJPH juga aktif mengawasi kehalalan dan keamanan makanan dari hulu ke hilir.
