Karena itu, pria akrab disapa Franky Welirang ini sangat mengapresiasi kegiatan diseminasi dilakukan KFI. Perlu terus dilakukan peningkatan intensitas edukasi tentang pentingnya pangan fortifikasi, dan meningkatkan akses serta ketersediaan pangan fortifikasi sampai ke pedesaan.
“Jadi jangan ragu-ragu untuk melakukan fortifikasi. Kami semua industri tepung terigu nasional sudah menjalankannya. Mari juga industri lain, yang memang wajib fortifikasi untuk berkomitmen menjalankannya. Biaya fortifikasi itu kecil ibarat pengeluaran satu puntung rokok. Tapi dampaknya sangat besar dan merupakan investasi sosial untuk ke depannya. Semakin maju Indonesia, semakin maju lagi industri kita,” pungkas Franky Welirang yang juga Ketua Umum Asosiasi Tepung Terigu Indonesia (Aptindo). (Joesvicar Iqbal)
