“Job fair itu digunakan untuk branding kantor, kerja sama dengan dinas terkait. KPI orang kedinasan itu,” ungkapnya.
HRD tersebut tegas mengatakan bahwa orang-orang yang datang ke job fair untuk melamar kerja tidak akan direkrut sebagai karyawan oleh perusahaan yang berpartisipasi.
“Itu orang yang datang ke job dair itu nggak akan diambil. Peserta yang datang ribuan. Jangan banyak berharap lah sama job fair,” ucapnya.
Menurut dia, job fair sebenarnya sudah tidak lagi digunakan perusahaan dalam merekrut karyawan. Kalaupun membutuhkan tenaga kerja, mereka biasanya memanfaatkan situs pencari kerja untuk mencari calon karyawan sesuai dengan standar kualifikas yang dibutuhkan.
“Tahun 2010 lah akhir masa job fair,” tuturnya.
Menanggapi pernyataan yang terlanjur viral tersebut, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer, mengungkapkan bahwa itu adalah pernyataan yang tak bertanggung jawab.
“Itu pernyataan yang nggak bertanggung jawab, formalitas, saya minta HRD-nya untuk segera dipecat. Pernyataannya kurang ajar segitu, formalitas, jangan bikin job fair kalau gitu, berarti dia ngada-ada.” kata Wakil Menteri yang kerap disapa Noel, dikutip pada Minggu (1/6/2025).
