Mereka mengenakan seragam silat berwarna atas bawah hitam dengan usia peserta 9 tahun hingga usia dewasa. Para peserta juga membawa sejumlah alat silat seperti kayu, golok dan lainnya untuk melengkapi penampilan dalam ilmu bela dirinya dan juga atraksi lainnya.
Ketua Penyelenggara Festival Budaya Boles, Abdul Rauf Gafar menerangkan, Festival Budaya Boles ini diikuti sebanyak 1.000 pesilat dari berbagai Perguruan Silat Sang Maung Bodas.
Sejatinya Perguruan Sang Maung Bodas bersama Museum Prabu Siliwangi sudah mendapatkan surat penghargaan sebagai warisan budaya (harta) tak benda.
Sehingga dia pun ingin memecahkan rekor MURI dengan kebudayaan yang ada di Jawa Barat yaitu memainkan permainan tradisional bola tangan api.
“Makanya kami melakukannya untuk memecahkan rekor MURI ini, supaya bisa tercatat dalam sejarah, bahwa Perguruan Sang Maung Bodas dan Museum Prabu Siliwangi ada tradisi yang harus kita pertahankan,” kata Abdul Rauf di Padepokan Pencak Silat TMII, Jumat (25/7) sore.
Lebih lanjut, Abdul Rauf menjelaskan, ribuan pesilat yang ikut dalam permainan tradisional bola tangan api ini berasal dari Jakarta dan Sukabumi, Jawa Barat.

