Pun dia mengaku, pesilat Sang Maung Bodas rata-rata berasal dari kalangan santri atau anak-anak yang ada di pondok pesantren.
“Awalnya kami dapat penghargaan warisan tak benda, Boles ini sudah dimainkan oleh masyarakat dari jaman kerajaan Padjajaran. Dari Prabu Siliwangi itu kami pertahankan sampai sekarang,” ungkap Abdul Rauf.
Dalam kesempatan itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, memberikan rekor MURI tersebut kepada pengurus Perguruan Silat Sang Maung Bodas.
Fadli Zon mengaku, permainan tradisional (Bola tangan api) ini harus dipertahankan. Karena sudah tercatat sebagai warisan budaya tak benda.
“Kalau ini bisa jadi pertandingan olahraga menarik antara negara dan peminatnya banyak, wah itu tentu luas biasa,” tutur Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.
Menteri Budaya mengungkapkan bahwa pihaknya mempunyai banyak program salah satunya adalah mencatat warisan tak benda di Indonesia maupun di dunia.
Fadli Zon pun sering menggelar kegiatan festival kebudayaan dan mendukung berbagai macam kegiatan terkait pelindungan, pengembangan, pemanfaatan serta pembinaan.

