“Penggunaan sanksi sepihak terhadap Pelapor Khusus atau pakar atau pejabat PBB lainnya tidak dapat diterima,” ujarnya.
Ketika ditanya apakah Sekjen PBB mendukung Albanese “secara pribadi”, Dujarric mengatakan, Guterres menghormati pekerjaan semua pelapor Hak Asasi Manusia PBB.
“Pekerjaan mereka sangat penting. Ini adalah bagian yang sangat penting dari arsitektur Hak Asasi Manusia,” tegasnya.
Menekankan bahwa sangat tidak dapat diterima bagi negara-negara anggota untuk memiliki pendekatan a la carte terhadap Piagam PBB, Dujarric mendesak negara-negara anggota yang telah menandatangani Piagam PBB untuk “terlibat di dalamnya”.
Dujarric juga mengumumkan bahwa PBB sedang dalam proses menanggapi surat dari Kuasa Usaha ad interim AS, Dorothy Shea.
Sanksi AS tersebut menyusul laporan Albanese pekan lalu yang mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang diduga memfasilitasi pendudukan Israel di tanah Palestina, termasuk Microsoft, Alphabet, Amazon, dan Palantir yang menyediakan perangkat keras militer, teknologi pengawasan, dan infrastruktur yang mendukung pendudukan ilegal tersebut.
