Pohon tumbang juga menutup akses jalan, sehingga mengganggu aktivitas warga. Petugas dikerahkan untuk membersihkan material dan mendata warga terdampak.
“Mengingat sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau, BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla,” ujar Abdul.
Upaya mitigasi seperti patroli terpadu dan pemadaman dini titik api harus dilakukan secara rutin, khususnya di wilayah rawan.
“BNPB juga mengimbau masyarakat untuk tetap siaga dan aktif mengikuti informasi cuaca dari sumber resmi. Jika menemukan titik api atau kondisi darurat, segera laporkan ke pihak berwenang”.
“Kesiapsiagaan menghadapi angin kencang, masyarakat diimbau mandiri memangkas ranting pohon rapuh, menebang pohon berpotensi tumbang di sekitar permukiman, serta memperkuat struktur bangunan, terutama atap, jendela, dan pintu, agar tahan tiupan angin,” tutup Abdul. (Joesvicar Iqbal)
