Lebih lanjut, Ribka juga memacu PKK untuk memperkuat inklusi sosial dan kesetaraan gender. Melalui berbagai program pemberdayaan, para kader PKK yang mayoritas berasal dari kalangan ibu-ibu dapat menjadi pelaku utama sekaligus agen perubahan di lingkup masyarakat.
“Kita juga perlu membuka ruang partisipasi yang luas bagi pemuda dan penyandang disabilitas dalam kegiatan PKK, baik dalam aspek pelatihan, kewirausahaan, maupun kepemimpinan. Hal ini penting agar semangat kolaborasi dan kesetaraan menjadi fondasi dalam membangun bangsa yang maju dan berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tandas Ribka.
Sementara itu, dalam laporannya Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian menjelaskan, digelarnya Rakernas bertujuan untuk menyelaraskan arah kebijakan Gerakan PKK dengan visi misi Presiden dan Wakil Presiden, serta dengan arah kebijakan pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Tri mengungkapkan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum dalam menetapkan rencana induk Gerakan PKK Tahun 2025–2029.
