“Dulu kita cuma bisa tangkap ikan sebanyak 15-20 kilo, karena harus langsung habis dimakan atau dijual. Tapi setelah adanya listrik, kita bisa gunakan kulkas, bisa tambah hasil tangkapan untuk disimpan dan dijual jadi pendapatan juga bertambah,” ucap Alfret.
Apresiasi juga datang dari Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari. Dirinya mengatakan, setelah hadirnya listrik hijau di wilayahnya, kini akses terhadap layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi menjadi lebih mudah dijangkau oleh masyarakat setempat.
“Sebelum adanya listrik, kami sangat terbatas dalam segala hal. Tetapi setelah hadirnya listrik, pertama nelayan kami bisa menyimpan hasil tangkap perikanannya. Kedua, anak-anak kami bisa belajar di waktu malam. Ketiga, kesehatan kami, secara teknologi juga bisa dinikmati,” ujar Michael.
Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa PLN berkomitmen menghadirkan listrik untuk seluruh masyarakat di Indonesia, tak terkecuali yang berada di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Darmawan menegaskan bahwa swasembada dan keadilan energi merupakan prinsip utama yang diusung PLN, sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
