Momentum ini berhasil ia pertahankan begitu memasuki set kedua. Rentetan kemenangan lima set membuatnya berada di atas angin. Getsa sempat mendekat dengan membukukan tiga set. Florence enggan kehilangan lebih dari satu servis. Forehand menyilang darinya tidak mampu dibalas sempurna dan kemenangan jadi miliknya.
“Aku tahu bahwa diriku underdog dalam kejuaraan kali ini. Ini penampilan pertamaku di KU 16, jadi belum punya poin dan peringkat. Tapi, aku berani untuk naik kelas karena yakin dengan kemampuanku. Sejauh ini, perbedaan yang paling terasa adalah para pemain di KU ini sudah bisa mukul aneh-aneh, sudah lebih jarang melambung, dan juga pandai dalam menganalisis permainan lawan” ujar penggemar Carlos Alcaraz.
Pada semi final, Kamis (3/7), Florence akan menghadapi unggulan ketiga asal Bogor, Amelia Tennizya Putri. Pertandingan tersebut pun menjadi kesempatan baginya untuk membalaskan kekalahannya pada perempat final ganda putri. Pasalnya, Ia berpasangan dengan Sheikha Adeylina mesti mengakui pasangan Amelia/Getsa, 3-6, 6-2, 6-10.
